Viral, Fenomena Alam Langka Ini Gegerkan Warga Sumenep

Viral, Fenomena Alam Langka Ini Gegerkan Warga Sumenep
Petugas kepolisian setempat setelah selesai memasang garis polisi di lokasi, Selasa tanggal 25 Feberuari 2020 malam (Foto/Sinergi Madura)
Viral, Fenomena Alam Langka Ini Gegerkan Warga Sumenep

Sumenep - Fenomena alam langka hadir mengejutkan masyarakat, terutama warga Desa Batuputih Kenek Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020) sore.

Terjadi letupan-letupan air dari dalam tanah sawah, tepatnya di perbatasan antara Desa Batuputih Laok dengan Batuputih Kenek. Mula-mula hanya letupan kecil serupa air yang mendidih, namun lama-kelamaan kian besar dan menjalar ke area sekitar kejadian.

Salah seorang warga desa setempat, Sofyan, mengungkapkan, fenomena alam langka tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak tanggal 21 Februari lalu.

"Seperti uap meletup-letup dari dalam air sawah. Tapi volume airnya tetap, tidak bertambah. Kalau nggak salah ingat, itu sudah mulai 4 hari yang lalu," ungkap pemuda yang akrab disapa Eyan itu kepada Sinergi Madura, Selasa (25/2/2020) malam.

"Bikin penasaran, dan saya kira ini baru terjadi saat ini. Nggak mungkin kan, ada yang sengaja meletakkan pompa di dalam tanah," celetuk Riko teman Eyan.

Fenomena alam ajaib tersebut kini viral di berbagai media sosial, di Facebook, WhatsApp, dan YouTube. Hingga kini belum ada komentar dari peneliti ahli geofisika tentang apa dan bagaimana letupan air itu bisa terjadi.

Dikonfirmasi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Batuputih, Iptu Sunarto hanya memberi imbauan agar masyarakat tidak terlalu panik. Pihaknya akan segera melakukan penelusuran terkait gajala dan penyebab fenomena tersebut.

“Saya harap masyarakat tidak usah resah dan panik. Ini butuh penelitian oleh ahli geofisika, insya Allah nanti ketemu ini apa dan bagaimana," ujarnya singkat.

Pantauan wartawan Sinergi Madura di lokasi, warga sekitar tampak terus berdatangan hingga menjelang malam. Mereka berkerumum di tepi area terjadinya letupan. Di sisi luas area sawah tersebut kini telah dipasangi garis polisi. (Msd/Wkd)