Varian Omicron, Seberapa Bahayakah?

  • Bagikan
ilustrasi omicron : freepik

Newssinergi – Baru-baru saja Virus CoVID 19, mulai bermutasi kembali dengan jenis virus baru, dan jenis ini berasal dari Afrika Selatan. Saat ini, Indonesia yang awalnya sudah masuk ke dalam fase PPKM level 1, dan berharap sudah bisa masuk ke dalam masa pemulihan, muncul kembali virus omicron yang sudah bermutasi dan juga sudah menyebar ke berbagai negara, dimulai dari Eropa, Korea Selatan, Jepang, hingga sampai ke Indonesia.

Untuk solusi dan penanganannya, beberapa negara masih tetap berupaya untuk menekan angka positif virus Covid 19 Omicron, dengan salah satunya adalah mempercepat vaksinasi, dan menggalakkan protocol kesehatan.

Awal Mula Varian Omicron Masuk Ke Indonesia

Epidemolog Giffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa Sebelum masuk ke Indonesia, ternyata dengan masuknya Omicron, ke zona ASEAN sudah terdeteksi di daerah negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Berdasarkan dari hipotesis dan analisisnya, Indonesia sudah terdeteksi, bahkan sudah di dalam komunitas.

Varian Omicron sudah masuk ke Indonesia, dimulai dari sejak kemenkes sedang memeriksa salah satu pasien yang bekerja dan sudah dites ternyata hasil nya terdeteksi varian omicron, pasien yang diperiksa ini, ternyata merupakan petugas kebersihan yang bekerja di Wisma Atlet Kemayoran.

Baca Juga : Sumeru Erupsi! ini Kumpulan Faktanya

Seperti yang diketahui bahwa Wisma Atlet Kemayoran, merupakan pusat karantina untuk pasien yang terdampak positif Virus CoVID 19 atau juga bagi yang baru pulang berkunjung dari negara atau daerah lain. Tetapi, dengan adanya 1 orang yang sudah terdeteksi omicron, maka Kemenkes, memutuskan bahwa Wisma Atlet Kemayoran diisolasi atau lockdown.

Menurut Letnan Jenderal Suharyanto, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid – 19 mengatakan bahwa lockdown RSDC, merupakan langkah yang paling efektif untuk mencegah penyebaran varian omicron yang semakin parah, berdasarkan situasi saat ini.

Gejala Yang Ditimbulkan Akibat Varian Omicron

Varian Omicron merupakan salah satu jenis mutase virus corona yang berbeda daripada yang lainnya, bahkan sudah masuk ke dalam kategori Variant Of Concern oleh WHO (World Heart Organization), setelah diumumkan pertama kalinya varian omicron ini muncul di Afrika Selatan pada November lalu, yang sebelumnya didominasi oleh Varian Delta.

Ternyata, setelah diteliti, gejala omicron ini masih tergolong gejala ringan, dan masih dapat disimpulkan bahwa gejala ini masih tetap sama seperti gejala Covid 19 yang lain. Jika disebutkan, inilah beberapa gejala yang ditimbulkan dari varian omicron :

  • Tingginya suhu badan pada punggung dan dada
  • Mengalami Kelelahan yang luar biasa
  • Oksigen tidak mengalami penurunan yang signifikan
  • Masih bisa mencium bau ataupun rasa
  • Gatal pada tenggorokan
  • Banyak Pasien yang recoverynya cepat tanpa harus rawat inap

Walaupun gejala yang ditimbulkan masih ringan, tetap saja penularan yang terjadi akibat virus omicron ini sangat lebih cepat dariapda penularan Virus COVID 19 yang biasanya.

Langkah Selanjutnya yang Bisa Dilakukan

Jika, dengan adanya varian omicron COVID 19, mungkin sudah pasti harus mulai dipikirkan terlebih dahulu, bagaimana langkah selanjutnya yang harus dilakukan, beberapa negara sudah mulai menerapkan lockdown seperti sebelumnya, yang bertujuan untuk mengurangi angka penyebaran varian omicron COVID 19.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Menggalakan protokol kesehatan saja, tidak cukup. Tetapi, juga harus membatasi beberapa sektor, aktivitas atau kegiatan dengan bertujuan untuk mencegah meningkatnya penyebaran varian omicron.

Menurut Pandu Riono, Epidemolog asal Universitas Indonesia (UI) mengatakan jika PPKM hanyalah sebuah tindakan respon, bukan pencegahan. Dan, semua kembali berdasarkan dari situasi lapangan.

Maka dari itu, yang dapat harus dilakukan sekarang juga, Presiden meminta kepada seluruh warga Indonesia untuk memepercepat vaksinasi Covid 19, khususnya untuk bagi warga yang belum melakukan vaksinasi, agar dapat membantu mencegah atau mengurangi angka penyebaran Virus COVID 19 Varian Omicron.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *