Update Gempa NTT M 7,4 : Ratusan Rumah di Selayar Rusak, BNPB Dampingi Para Korban

  • Bagikan
Foto : antara

Newssinergi – Gempa yang terjadi di NTT, ternyata menimbulkan berbagai dampak di beberapa daerah di sekitarnya, BMKG sudah mengeluarkan peringatan tsunami dan gempa yang magnitundo nya 7,4 . Salah satu daerah yang terkena dampak Gempa Flores, yaitu daerah Selayar, Sulawesi Selatan.

Gempa yang berpusat di Larantuka, NTT terjadi pada saat Selasa (14/12) pada pukul 22.15 WIB, jumlah kerusakan bangunan semakin bertambah, hingga sampai saat ini BNPB dan BMKG bekerjasama dan terus berkoordinasi untuk mencari solusi dengan menyisir daerah yang terdampak gempa, agar mengantisipasi adanya korban jiwa atau luka-luka.

Gempa ini terjadi karena berasal dari adanya sesar aktif yang berada di dalam Laut Flores. BMKG sudah memberikan peringatan tsunami di bagian Flores Timur bagian utara dan berakhir pada pukul 12.20 WIB setelah gempa karena tidak ada deteksi kenaikan air laut ke permukaan daratan.

 

Mendatangkan Tim Khusus Untuk Korban Gempa

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kepulauan Selayar, mengatakan bahwa gempa magnitude 7,4 mengakibatkan berdampak korban luka parah dan juga kerusakan material pada bangunan-bangunan.

BNPB melaporkan bahwa Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan yang mengalami banyak kerusakan bangunan. Sebanyak 3.900 Warga Selayar yang harus mengungsi, dan, titik pengungsian warga terbagi menjadi 17 titk  secara keseluruhan. Maka dari itu, BNPB mengirimkan tim Khusus, untuk mendamping para warga korban gempa.

Menurut BNPB sangat diperlukan untuk  mendatangkan tim khusus, karena sampai sekarang, ada 16.593 warga mengungsi, karena khawatir akan adanya gempa susulan berikutnya. Bahkan, warga juga mengingat kembali peristiwa gempa dan tsunami pada saat tahun 1992 yang dapat memakan 2.500 korban jiwa.

Baca JugaVarian Omicron, Seberapa Bahayakah?

 

Ratusan Rumah di  Selayar Runtuh

Dwikorita Karnawati, selaku Kepala BMKG mengatakan bahwa, beberapa bagunan roboh dan beberapa jalan retak di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hingga sampai saat ini, tim masih melakukan tahap pendataan. Selain itu Dwikorita juga menambahkan jika korban jiwa belum dapat informasi berapa jumlahnya, maka dari itu akan berkoordinasi dengan BNPB terkait hal tersebut.

 

BNPB Memberikan DTH Untuk  Warga Selayar 

Jarwansyah mengatakan bahwa, BNPB tetap terus berkoordinasi dengan BNPB Selayar dan Provinsi Sulawesi Selatan terkair asesmen kerusakan permukaan atau infrastuktur yang sudah ada. Jarwansyah berharap bahwa proses ini bisa segera masuk ke masa recovery, agar masyarakat tidak berada di pengungsian terlalu lama, dan bisa kembali ke rumah masing-masing.

BNPB akan mendampingi Pemda terkait untuk penanganan setelah bencana di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan yang juga ikut terkena dampak dari Gempa NTT yang magnitudo nya 7,4.

Jarwansyah juga mengatakan, bahwa mereka akan berikan DTH (Dana Tunggu Hunian) kepada korban dampak Gempa NTT hingga sampai rumah sudah dibangun dan dihuni kembali. Selain itu, BNPB juga sudah memberikan bantuan kepada Warga Selayar berupa bantuan logistik dan peralatan untuk membantu mempercepat penanganan dampak Gempa Kepulauan Selayar.

Bantuan logistic jika dari secara rinci berupa 333 makanan cepat saji, 333 lauk pauk, 333 makanan tambahan gizi, selimut dan matras masing-masing 100 lembar, lalu untuk tenda pengungsi berupa empat set.

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan DSP (Dana Siap Pakai) kepada Pemkab Kepulauan Selayar yaitu sebesar Rp 250 Juta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *