Sampah Plastik Penyambung Hidup : Bantu 40 Ribu Keluarga

  • Bagikan
I Wayan Adi Semara Putra, 34 tahun, membawa karung plastik berisi sampah plastik untuk ditukar dengan beras di tempat pengumpulan sampah di Gianyar, Bali, Indonesia. foto : reuters

Newssinergi – I Kadek Rai Nama Rupat, pemilik toko oleh-oleh khas Bali dua tahun terakhir di masa pandemi COVID-19 adalah perjuangan untuk bertahan hidup.

Pandemi ini sudah membatasi datangnya turis asing yang biasanya memadati bisnis yang Rupat jalankan di pulau resor Indonesia untuk datang dan tambah diperparah dengan kondisi naiknya harga pangan.

Adapun sekelompok nirlaba lokal menawarkan bantuan dengan cara menukar beras dengan sampah plastik untuk kemudian dijual kepada perusahaan daur ulang.

“Setiap potongan sampah plastik sangat berharga bagi penduduk desa saat ini dan bagi perekonomian kita,” kata Rupat, yang menukar sekitar empat kg (9,5 pon) plastik dengan satu kg beras.

Baca JugaBencana Terparah Belitung di Penghujung Tahun 2021

Harga beras yang sekitar 15.000-20.000 rupiah per kg dan penduduk setempat memperkirakan satu keluarga yang terdiri dari empat orang mengkonsumsi sekitar dua kg makanan pokok per hari, jadi ini merupakan pertukaran yang seimbang.

pertukaran beras dengan sampah plastik.foto : reuters

Bali Plastic Exchange didirikan pada Mei tahun lalu oleh I Made Janur Yasa, yang seperti banyak orang Bali melihat bisnis utamanya menjalankan restoran vegan yang terpukul keras oleh pandemi.

Pria berusia 55 tahun itu mengatakan kekuatan pendorong di balik proyeknya adalah keinginan untuk memberi makan masyarakat di provinsi asalnya di Bali dan untuk memperbaiki lingkungan.

Indonesia adalah penyumbang polutan plastik terbesar kedua di dunia di lautan, menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Tidak ada batasan berapa banyak sampah plastik yang dapat dibawa seseorang, meskipun penyelenggara mendorong orang untuk mengumpulkan sampah dari lingkungan mereka sendiri.

Setelah menyebar dari mulut ke mulut, inisiatif ini telah membantu mendukung sekitar 40.000 keluarga di 200 desa, sambil mendaur ulang hampir 600 ton (544 ton) sampah plastik, kata Yasa.

“Program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” kata Yasa yang berharap dapat meluaskan ke provinsi lain di Indonesia.

sumber : reuters

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *