Rapimcab PPP Sumenep, Ra Mamak Urai Peta Politik Akar Rumput

Rapimcab PPP Sumenep, Ra Mamak Urai Peta Politik Akar Rumput
Ketua DPC PPP Sumenep KH Shalahuddin A Warits (Foto/Sinergi Madura)
Rapimcab PPP Sumenep, Ra Mamak Urai Peta Politik Akar Rumput
Rapimcab PPP Sumenep, Ra Mamak Urai Peta Politik Akar Rumput

SUMENEP, Sinergi Madura - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) sekaligus Pengukuhan Pengurus Cabang Wanita Partai Persatuan (PC WPP) di Hotel Utami Sumekar, Selasa (10/3/2020).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah Bacabup dan Bacawabup Sumenep 2020. Bacabup antara lain Fattah Jasin dan Donny M Siradj. Sementara untuk bacawabup ada KH Ali Fikri Warits, Achmad Yunus, dan Asiz Salim Syabibi.

Tidak hanya itu, sejumlah elit partai politik (Parpol) juga tampak duduk di bagian depan. Mulai dari Ketua Partai Demokrat Soengkono Sidik, Ketua Partai Hanura Dewi Khalifah, dan sejumlah elit partai lain, berikut jajaran pengurus PAC PPP se-Kabupaten Sumenep.

Ketua Desk Pilkada DPC PPP Sumenep 2020 Ahmad Salim saat memberikan sambutan (Foto/Sinergi Madura)

Ahmad Salim sebagai ketua panitia acara sekaligus Ketua Desk Pilkada DPC PPP Sumenep menyatakan, Rapimcab tahun 2020 memang dikemas dengan konsep sederhana.

"Sederhananya sangat kelihatan, kenapa? Karena kami yakin di balik kesederhanaan itu ada nilai keseriusan, itu pasti dan yang kami yakini," paparnya di hadapan seluruh peserta dan undangan.

Nilai-nilai kesederhanaan, kata Ahmad Salim, sudah sering ditampakkan oleh sejumlah elit politisi di negeri zamrud khatulistiwa. Hal itu mengingat generasi saat ini yang sudah hampir alpa menampakkan nilai-nilai kesederhanaan (the values of simplicity), yang sejatinya, mengandung hakikat keseriusan (the essense of seriousness).

"Seperti Gus Dur, kita tahu beliau selalu bersikap sederhana, ada keseriusan di dalamnya. Jokowi juga dengan penampilan yang sangat sederhana, tapi lihatlah kinerjanya," ujarnya

"Makanya, PPP pada Rapimcab kali ini (coba, red) menunjukkan kesederhanaan, saya inginkan memang begitu, ada keseriusan di balik kesederhanaan," imbuhnya.

Paduan Suara Bintang Sembilan STKIP PGRI Sumenep tampil menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PPP, dan Ya Lal Waton (Foto/Sinergi Madura)

Sementara Ketua DPC PPP  Sumenep Shalahuddin A Warits, dalam sambutannya mengatakan, saat ini peta resiliensi politik Partai Hijau (resilience of green party) harus selaras dengan asas politik akar rumput (grass roots politic).

"Saya tidak menggambarkan Partai Hijau adalah partai yang berwarna hijau pada lambangnya saja. (Walaupun, red) partai yang berwarna kuning atau berwarna biru, yang perwakilannya hadir pada hari ini, juga merupakan partai hijau ketika mereka memiliki visi kemaslahatan akar rumput," sebutnya tegas.

Salah satu pengasuh Ponpes Annuqayah daerah Lubangsa yang akrab disapa Ra Mamak ini lebih lanjut menjelaskan, Partai Hijau dengan visi kemaslahatan akar rumput sendiri maksudnya adalah partai yang anti bahkan kontra pada Oligarki.

"Kontra akan kepentingan elit-elit tertentu yang sektarian dan elitis. Peta ini harus kita buka dan harus kita jabarkan dari kota kecil tercinta ini. Karena kita yakin pemimpin besar lahir dari kota-kota kecil. Dan saya yakin, salah satu dari kita yang hadir di sini kelak akan memimpin kota kita tercinta ini," urainya.

Untuk itu kata Ra Mamak, dalam rangka mewujudkan tata kelola politik akar rumput tersebut, seluruh elit Parpol tidak diperkenankan menjual murah optimisme.

"Menjual murah janji-janji, maka janji-janji itu hanya akan menjadi dekorasi atau hiasan belaka saja. Kita setiap hari kemana-mana jual murah optimisme yang hanya omong kosong dan palsu belaka, maka inilah yang akan menjadi ancaman bagi Partai Hijau," paparnya tegas.

Tidak hanya itu, Ra Mamak juga menyebut bahwa partai politik bukanlah apartemen yang terdiri dari beberapa kamar yang sesak dengan persaingan antar kubu.

"Kompetisi itu lumrah, tetapi kita melihat dalam konteks partai ini sebagai rumah yang besar dan memiliki kekuatan, juga bukan liga sepak bola, melainkan (partai) ibarat PSSI," pesannya menganalogikan.

Terakhir, Ra Mamak menyampaikan autokritik pedas tentang cara berpikir dan sikap politik yang kerdil, primordial, sektarian, dan semata mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok menjelang Pilkada Sumenep bergulir pada 23 September 2020 mendatang. 

"Ingat, bangsa yang besar tidak selalu tentang perut, melainkan mereka berpikir tentang peradaban. Untuk itu, inilah yang menjadi tugas kita bersama, bagaimana memetakan ketahanan Parpol yang memikirkan rakyat," simpul Ketua Partai Hijau. (Dul/red)