Polisi Ungkap Jaringan Tembakau Sintetis Jenis Baru. Yusri : 'Dampaknya sama dengan orang menggunakan tembakau gorilla'.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa peralatan produksi dan bahan bahan kimia berikut tembakau khusus untuk pembuatan tembakau sintesis jenis baru.

Polisi Ungkap Jaringan Tembakau Sintetis Jenis Baru. Yusri : 'Dampaknya sama dengan orang menggunakan tembakau gorilla'.
rilis pers penangkapan 8 orang pelaku pembuat tembakau sintetis. foto : tangkapan layar instagram

News Sinergi - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 8 orang pelaku home industri tembakau sintetis di tempat yang berbeda, para pelaku masing-masing berinisial HA, EN, E, N, RZ, RSY, EA, NPS. salah satunya masih berstatus tahanan di Jakarta dengan inisial V, yang bertindak sebagai pengendali dan pengajar untuk pembuatan tembakau sintesis lewat media sosial kepada pelaku EN.
.
"Pengendalinya salah satu napi yang ada di Jakarta, dia yang mengajar tutorialnya, kepada sodara EN, yang kerjanya cuma datang untuk pembuatan tembakau sintesis ini hingga jadi ,bahan baku datang sesuai sesuai perintah dari saudara V, termasuk peralatan,tempat, buku di persiapkan oleh saudara V,". ujar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya 22/03/21.

Baca JugaPolisi Berhasil Mengamankan Kurir Sabu Lintas Provinsi di Pelabuhan Tanjung Priok

Lebih lanjut Yusri menjelaskan dari hasil pengungkapan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa peralatan produksi dan bahan bahan kimia juga tembakau khusus untuk pembuatan tembakau sintesis jenis baru.

" mereka bisa menciptakan bahan yang baru. Namanya itu positif MDMB 4en Pinaca, dampaknya sama dengan orang menggunakan tembakau gorilla. ". jelas Yusri

Saat ini kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih jauh dan mengejar para tersangka lain yang masih buron serta menjerat para tersangka dengan pasal  114 ayat (2) subsider 113 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (slh/rzk)