Dua Lifter Remaja Indonesia Siap Pertajam Rekor Dunia

Rizky bersama Muhammad Fathir, Najla Khoirunisa dan Diana Triwihayana akan tampil di Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi Virtual

Dua Lifter Remaja Indonesia Siap Pertajam Rekor Dunia
Rizky (kanan) dan Fathir (kiri) siap mempertajam rekor dunia angkat besi junior (foto: PB PABSI)

News Sinergi - Lifter muda Indonesia, Rizky Juniansyah dan Muhammad Fathir siap mempertajam rekor Asia, yang sebelumnya ia raih di Uzbekistan, pada Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi Virtual Peru.

Rizky bersama Muhammad Fathir, Najla Khoirunisa dan Diana Triwihayana akan tampil di Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi Virtual yang berlangsung di Lima, Peru, antara 11-18 November.

Rizky menegaskan sudah mematangkan persiapan, baik itu teknis maupun nonteknis. Kali ini ia harus berjuang lebih keras karena bertanding dengan perbedaan waktu antara Indonesia dengan Peru.

Seperti diketahui, ini akan menjadi kejuaraan dunia pertama yang berlangsung secara virtual, dengan total peserta 425 atlet dari 62 negara.

"Ya saya kebagian bertanding pada 13 November sekitar pukul 4.30 pagi, sedangkan waktu timbang badan pada pukul 2 pagi, kita harus membiasakan dengan adanya perbedaan waktu," ungkap Rizky seperti rilis yang diterima News Sinergi.

Rizky sebelumnya telah merebut tiga emas kategori remaja, sekaligus memecahkan dua rekor dunia kelas 73 kg.

Sebagaimana catatan resmi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), Rizky memiliki dua rekor dunia, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg, serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg.

Adapun tiga emas itu ia persembahkan melalui angkatan snatch (139 kg), clean and jerk (168 kg) dan total angkatan (307 kg).

Lifter 16 tahun itu juga memecahkan rekor Asia remaja pada nomor clean and jerk dari 166 kg menjadi 168 kg.

"Target saya mempertajam semua total angkatan. Lawan terberat yang akan saya hadapi lifter dari Rusia," tandasnya.

Sementara di sisi lain, Muhammad Faathir bertekad untuk mempertahankan prestasi terbaik dari turnamen sebelumnya di Uzbekistan.

Pada Kejuaraan Dunia sebelumnya di Tashkent, Uzbekistan, Faathir yang turun di kelas 61kg membukukan total angkatan 273kg, dengan rincian snatch 119kg serta clean and jerk 154kg.

Hasil itu sekaligus mempertajam rekor dunia remaja atas nama dirinya sendiri kala tampil di Kejuaraan Angkat Besi Junior dan Remaja di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2019. Saat itu, Faathir memecahkan rekor clean and jerk seberat 153kg dan total angkatan 272kg.

Fathir juga pernah memegang dua rekor dunia, yakni snatch dari 118kg menjadi 119kg, clean and jerk dari 149kg menjadi 153kg, serta total angkatan dari 269kg menjadi 272kg, yang sebelumnya dipegang oleh lifter Turki, Donen Dogan. (sty)