Din Syamsuddin Dicap Radikal, Menteri Agama: Jangan Gegabah!

Gus Yaqut merasa pelabelan radikal tanpa dukungan fakta dan data akurat bisa merugikan orang lain.

Din Syamsuddin Dicap Radikal, Menteri Agama: Jangan Gegabah!
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: dok. Kemenag)

News Sinergi - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta agar seseorang tidak mudah memberikan label radikal terhadap orang atau kelompok. Hal demikian disampaikan Menteri Agama usai sejumlah oknum melaporkan Din Syamsuddin atas tuduhan radikalisme.

Sosok yang akrab disapa Gus Yaqut ini merasa pelabelan radikal tanpa dukungan fakta dan data akurat bisa merugikan orang lain. Ia menilai, stigma radikal muncul karena sesorang kurang memiliki informasi terkait sikap atau perilaku pihak lain.  

"Kita harus seobjektif mungkin dalam melihat persoalan, jangan sampai gegabah menilai seseorang radikal misalnya," ujar Menag Yaqut di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).  

"Dengan asumsi itu, maka klarifikasi atau tabayyun adalah menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan dalam kerangka mendapat informasi valid," tambahnya.

Dengan tabayyun, Gus Yaqut yakin seseorang atau kelompok akan terhindar dari kabar palsu yang bernuansa fitnah. Menteri Agama juga mengajak seluruh pihak untuk mengutamakan komunikasi yang baik dan menggunakan klarifikasi jika terjadi perbedaan komunikasi.


Baca Juga: Soal Novel Baswedan, Iwan Fals: Gitu Aja Dilaporin


"Saya tidak setuju jika seseorang  langsung dikatakan radikal. Kritis beda dengan radikal. Berpolitik memang bisa jadi pelanggaran seorang ASN. Namun soal lontaran kritik sah-sah saja sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa kritik itu tidak dilarang," tegasnya.

Terkait Din Syamsuddin, sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB melaporkan mantan pimpinan Muhammadiyah tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Oktober 2020 lalu. Karena tak kunjung mendapat kabar, GAR ITB kembali membahas persoalan ini.

Seperti diketahui, Din Syamsuddin saat ini berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara dengan jabatan dosen di FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) di ITB.

Dilansir dari detik pada Rabu (3/2/2021), GAR ITB menilai Din Syamsuddin telah melakukan pelanggaran substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Persoalan disiplin, kode etik dan kode perilaku ASN sudah ada ranahnya. Namun, jangan sampai kita secara mudah melabeli Pak Din radikal dan sebagainya,” tukas Menag Yaqut.

(sty)