Bencana Terparah Belitung di Penghujung Tahun 2021

  • Bagikan
belitung

Newssinergi – Pada hari Rabu (15/12/2021) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung menyampaikan pada para warga. Bencana yang terjadi di Provinsi Bangka Belitung pada tahun ini dinyatakan sebagai bencana paling parah dalam lima tahun terakhir.

Dari bencana tersebut, BPBD mencatat sebanyak 2.200 rumah dan 10.000 orang terkena dampak Banjir Rob dan sekitar 270 rumah terkena angin kencang dan puting beliung. Mikron menyampaikan beberapa bencana sebanyak dua kabupaten dari 7 kabupaten atau kota di Babel telah menyatakan status tanggap darurat.

Yakni, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Selatan. Sementara itu, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang telah menetapkan status siaga darurat. Beberapa rumah terkena banjir setinggi 10-20 cm di Kabupaten Bangka Tengah.

Kota Pangkalpinang juga telah menetapkan status siaga yaitu status siaga dan masih dapat menangani bencana yang terjadi di wilayahnya, termasuk Kabupaten Belitung. Tak hanya itu, Wagub juga menyatakan bahwa bencana ini terjadi karena perubahan iklim. Yang kita hadapi saat ini seperti banjir rob akibat curah hujan yang tinggi, gelombang tinggi, dan puting beliung akibat perubahan iklim, kata Wagub dalam keterangan tertulis.

Baca Juga : Update Gempa NTT M 7,4 : Ratusan Rumah di Selayar Rusak, BNPB Dampingi Para Korban

Selanjutnya Wagub menginformasikan kepada seluruh pejabat daerah (PD), instansi vertikal dan TNI atau Polri bahwa Babel sedang memasuki kondisi yang harus mendapat perhatian yang tinggi.Bahkan Wagub mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk tidak menyelesaikan masalah secara sendiri-sendiri atau sebagian, karena Bangka dan Belitung merupakan satu kesatuan yang terikat titik lemahnya ada. Kita selesaikan bersama-sama, baik dari Pemprov, Pemkab maupun Pemkot, pungkasnya.

Strategi dan Upaya Penanggulangan Bencana Topan

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, apalagi saat ini sedang menghadapi perubahan iklim. Dampak perubahan iklim menciptakan cuaca ekstrim yang berpotensi menimbulkan bencana besar. banyak bencana yang muncul akibat cuaca ekstrim seperti, banjir, tanah longsor hingga angin topan.

Salah satu bencana yang perlu diantisipasi adalah angin topan. Badai merupakan pusaran angin kencang yang memiliki kecepatan angin 120 km/jam yang sering terjadi di daerah tropis. Biasanya angin ini terjadi di wilayah Indonesia saat memasuki musim pancaroba atau musim pancaroba dan biasa disebut dengan angin topan.  Berikut ini adalah upaya untuk mengurangi bencana angin topan:

Upaya Pengurangan Bencana

Memiliki struktur bangunan gedung yang dapat memenuhi persyaratan teknis sehingga mampu menahan angin terutama angin kencang, Pada daerah rawan angin topan, diperlukan standar bangunan yang mampu memperhitungkan beban angin.

Melakukan penghijauan di bagian atas arah angin untuk mengurangi kekuatan angin. Kesiapsiagaan dalam menghadapi badai, mengetahui cara menyelamatkan diri sendiri, Pengamanan barang-barang di sekitar rumah agar diikat atau dibangun dengan kuat agar tidak tertiup angina, Bagi nelayan, untuk menambatkan atau mengikat perahu mereka dengan erat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *