Banjir Kalsel, Presiden Jokowi Minta Menteri PUPR Lakukan Hal Ini

Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, untuk segera menangani sejumlah jembatan yang rusak.

Banjir Kalsel, Presiden Jokowi Minta Menteri PUPR Lakukan Hal Ini
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memaparkan situasi di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

News Sinergi - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah area Jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Usai memantau langsung, Jokowi langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, untuk segera menangani sejumlah jembatan yang rusak. Rusaknya jembatan di beberapa titik membuat jalur nasional di Kalimantan Selatan terputus.

"Saya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi," ungkap Jokowi dilansir laman resmi Presiden, Senin (18/1/2021).

"Ada beberapa jembatan yang runtuh, seperti kita lihat di belakang ini. Tadi saya sudah minta ke Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan, sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu," paparnya.


Baca Juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Jokowi: Nggak Terasa


Dalam hal evakuasi warga terdampak, Jokowi mengaku cukup puas dengan penanganan tim lapangan. Selanjutnya, Presiden Jokowi ingin memastikan agar ketersediaan logistik dan kebutuhan lain untuk pengungsi sudah terjamin.

“Ini yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian. Kekurangan-kekurangan yang ada nanti bisa dibantu dari pemerintah pusat selain dari logistik yang ada di pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” jelas Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa duka mendalam bagi para korban dan mendoakan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal di musibah banjir di Kalimantan Selatan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan keikhlasan,” tukasnya.

Banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya terjadi akibat curah hujan tinggi selama 10 hari beruntun, sehingga menyebabkan air Sungai Barito meluap. (sty)